Kemenakertrans "cuma" didemo puluhan orang



 Jakarta (GemaBuruh) - Sekitar 70 anggota Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) berkumpul dan berunjuk rasa di depan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Mereka menyerukan tuntutan penghapusan outsourcing dan biaya penghidupan yang lebih layak.

"Karena outsourcing sama dengan sistem penjualan manusia. Selama ini izin tersebut merugikan kaum buruh," kata koordinator lapangan PPMI Finyo.

Mereka berunjuk rasa dengan membawa bendera merah putih dan bendera PPMI. Unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB hingga 13.45 WIB

Finyo menyatakan sistem outsourcing tidak manusiawi karena tidak ada kejelasan mengenai masa kerja. Selain masa kerja, ia juga menyoroti masalah gaji yang diterima para pekerja.

Menurutnya, begitu masa kerja berakhir, pekerja outsourcing hanya menerima gaji, tidak ada pesangon.

"Hanya karyawan tetap (yang menerima pesangon)," katanya.

"Prinsipnya masalah outsourcing ini sangat tidak manusiawi karena generasi penerus ditentukan dari masa sekarang ketika kehidupan layak kaum buruh belum didapat, bagaimana nasib generasi penerus nanti," katanya.

Ia menambahkan kerugian sistem outsourcing sangat terasa bagi pekerja sektor informal.(ant)

Ribuan Buruh Gelar HOSTUM


Jakarta (GB)- 50.000 lebih pekerja/buruh yang tergabung di KSPI memulai aksi damai mulai dari Bunderan HI menuju tiga tempat yakni, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Istana Presiden dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, juga serentak di 15 Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.

Foto : Unen
Di tengah demonstrasi besar yang mereka lakukan, para buruh mengancam untuk mengambil langkah-langkah drastis seperti menutup jalan tol lagi dan menggelar demonstrasi lebih besar dari yang sekarang dilakukan.

"Jika tidak moratorium outsourching, siap tutup tol lagi?," tanya Presiden KSPI Said Iqbal kepada ribuan buruh di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.

Para buruh ini juga menolak sistem upah murah dan mengancam untuk menerjunkan massa yang lebih besar lagi setelah lebaran nanti jika tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah.

Iqbal mengungkapkan keheranannya terhadap Indonesia yang disebutnya sebagai negara kaya dengan pendapatan domestik bruto (PDB) nomor 16 di dunia, namun kurang memperhartikan kesejahteraan buruhnya.

"Upah minimum kita hanya 120 dolar (AS). Sangat jauh dibandingkan Thailand yang mencapai 320 dolar, padahal PDB mereka dua kali lebih rendah dari Indonesia," kata Iqbal.(Halim/Unen)