Jakarta (GB)- 50.000 lebih pekerja/buruh yang tergabung di KSPI memulai aksi damai mulai dari Bunderan HI menuju tiga tempat yakni, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Istana Presiden dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, juga serentak di 15 Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.
Foto : Unen
Di tengah demonstrasi besar yang mereka lakukan, para
buruh mengancam untuk mengambil langkah-langkah drastis seperti menutup jalan
tol lagi dan menggelar demonstrasi lebih besar dari yang sekarang dilakukan.
"Jika tidak moratorium outsourching, siap
tutup tol lagi?," tanya Presiden KSPI Said Iqbal kepada ribuan buruh di
depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.
Para buruh ini juga menolak sistem upah murah dan
mengancam untuk menerjunkan massa
yang lebih besar lagi setelah lebaran nanti jika tuntutan mereka tidak dipenuhi
pemerintah.
Iqbal mengungkapkan keheranannya terhadap Indonesia yang
disebutnya sebagai negara kaya dengan pendapatan domestik bruto (PDB) nomor 16
di dunia, namun kurang memperhartikan kesejahteraan buruhnya.
"Upah minimum kita hanya 120 dolar (AS). Sangat
jauh dibandingkan Thailand
yang mencapai 320 dolar, padahal PDB mereka dua kali lebih rendah dari Indonesia,"
kata Iqbal.(Halim/Unen)