Jakarta (GemaBuruh) - Sekitar 70
anggota Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) berkumpul dan berunjuk
rasa di depan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Mereka menyerukan tuntutan penghapusan outsourcing dan biaya penghidupan yang lebih layak.
"Karena outsourcing sama dengan sistem penjualan manusia. Selama ini izin tersebut merugikan kaum buruh," kata koordinator lapangan PPMI Finyo.
Mereka berunjuk rasa dengan membawa bendera merah putih dan bendera PPMI. Unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB hingga 13.45 WIB
Finyo menyatakan sistem outsourcing tidak manusiawi karena tidak ada kejelasan mengenai masa kerja. Selain masa kerja, ia juga menyoroti masalah gaji yang diterima para pekerja.
Menurutnya, begitu masa kerja berakhir, pekerja outsourcing hanya menerima gaji, tidak ada pesangon.
"Hanya karyawan tetap (yang menerima pesangon)," katanya.
"Prinsipnya masalah outsourcing ini sangat tidak manusiawi karena generasi penerus ditentukan dari masa sekarang ketika kehidupan layak kaum buruh belum didapat, bagaimana nasib generasi penerus nanti," katanya.
Ia menambahkan kerugian sistem outsourcing sangat terasa bagi pekerja sektor informal.(ant)
Mereka menyerukan tuntutan penghapusan outsourcing dan biaya penghidupan yang lebih layak.
"Karena outsourcing sama dengan sistem penjualan manusia. Selama ini izin tersebut merugikan kaum buruh," kata koordinator lapangan PPMI Finyo.
Mereka berunjuk rasa dengan membawa bendera merah putih dan bendera PPMI. Unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB hingga 13.45 WIB
Finyo menyatakan sistem outsourcing tidak manusiawi karena tidak ada kejelasan mengenai masa kerja. Selain masa kerja, ia juga menyoroti masalah gaji yang diterima para pekerja.
Menurutnya, begitu masa kerja berakhir, pekerja outsourcing hanya menerima gaji, tidak ada pesangon.
"Hanya karyawan tetap (yang menerima pesangon)," katanya.
"Prinsipnya masalah outsourcing ini sangat tidak manusiawi karena generasi penerus ditentukan dari masa sekarang ketika kehidupan layak kaum buruh belum didapat, bagaimana nasib generasi penerus nanti," katanya.
Ia menambahkan kerugian sistem outsourcing sangat terasa bagi pekerja sektor informal.(ant)

